Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto-adjust screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size
You are here: Beranda arrow Cerita arrow Hanya keinginan dan bukan kebutuhan
Hanya keinginan dan bukan kebutuhan E-mail
Written by Arie Wijayanto   
Wednesday, 06 February 2008

dapet dari blog dengan alamat sbb

http://keherananku. wordpress. com/2007/ 06/20/hanya- keinginan- dan-bukan- kebutuhan/

mungkin bisa dianalogikan dengan kebutuhan (ato keinginan) yang lain

---===---

Hanya keinginan dan bukan kebutuhan

Akhir-akhir ini saya sangat ingin membeli laptop, walaupun budegt nya belum ada, tapi keinginan itu sangat menggebu-gebu. Muncul niatan untuk nabung dan ngumpulkan uang untuk beli laptop. Keinginan itu semakin menjadi-jadi saat banyak di antara teman-teman saya yang membeli laptop, ditambah lagi ada festival laptop di mangga dua. Akhir bulan ini juga akan digelar pameran komputer gede-gedean. Duh…….jadi makin nafsu beli laptop.

Beberapa waktu kemudian karena budget untuk beli laptop tidaklah sedikit, saya mulai mikir-mikir, sebetulnya saya hanya ingin punya laptop, atau sudah perlu punya laptop..? Hari-hari pertanyaan ini semakin berputar-putar di benak saya, semakin lama semakin saya mulai ragu dan bimbang. Sayang juga kalau uang sejumlah itu harus dikeluarkan kalau bukan untuk sesuatu hal yang harus dan tidak dapat tidak. Kebetulan di tempat kerja saya mendapat fasilitas komputer desktop dari kantor, jika pun ada pekerjaan yang harus dilemburkan saya biasa mengerjakan di kantor walaupun harus pulang larut. Selama ini hal seperti itu tidak menjadi soal. Kalaupun di rumah terpaksa ada yang harus dikerjakan dengan komputer, selama ini saya bisa minjem kepada teman kosan yang kebetulan sudah pada punya laptop, dan pekerjaanpun terselesaikan.

Salah seorang teman saya yang sudah lebih dahulu punya laptop kurang lebih mempunyai kondisi yang sama dengan saya. Di tempat kerja dia sudah mendapat fasilitas komputer dari kantornya. Jika ada tugas kuliah yang harus diselesaikan, umunya dikerjakan secara kelompok di rumah seorang temannya, karena bekerja secara kelompok mereka lebih senang menggunakan pc desktop milik temannya itu, lebih gedhe katanya. Alhasil, laptop yang dia punya semakin jarang digunakan, awalnya memang kemana-mana selalu bawa laptop, ke tempat kerja, mengerjakan tugas kuliah, internetan dengan wifi dll…laptop tak pernah lupa dibawa. Akhir akhir ini mulai malas bawa laptop, berat, ribet, dan riskan jatuh, terbentur, bahkan hilang di angkutan selalu menghantui. Pekerjaan kantor dan tugas kuliah selalu bisa diselesaikan dengan PC desktop yang sudah ada. Laptop semakin jarang dipegang dan lebih banyak disimpan dalam lemari, sesekali dihidupkan untuk main game atau sekedar menginstal themes baru atau upgrade antivirus yang sebelumnya sudah dicoba di pc desktop kantor atau saat mengerjakan tugas kuliah bersama teman kuliah sambil saling bertukar software dan informasi IT terkini.

Ternyata yang selama ini ada pada saya hanya keinginan belaka dan bukan kebutuhan. Saya kurang lebih sama dengan rekan saya yang saya ceritakan di atas, bahkan tidak berlebihan kalau dibilang sama persis, jadi niat dan keinginan untuk membeli laptop lebih baik saya urungkan,ya….saya pikir hal ini lebih bijaksana. Saya tidak ingin nasib laptop saya seperti teman saya di atas. Syukurlah…………………..

 
Next >


KapanLagi.com Face

Random Quotes

Gosip dan kebohongan berjalan seiring.

anonim

Login Form

Polls

Bagaimana menurut anda situs ini ?
 

Who is Online

No Users Online

Our Partners